Selasa, 04 Oktober 2011

Cerita Untuk Anakku


Pagi itu, hari terlihat cerah, namun kekhawatiran nampak terlihat di wajah bunda dan ayah..hari itu, tanggal 29 September tepat setahun yang lalu, bunda terbaring di kamar operasi, bersiap menanti kehadiran buah hati yang terpaksa harus dikeluarkan dari rumah nyamannya di dalam perut bunda. Usiamu saat itu belum juga genap 29 minggu, namun doa dan keikhlasan mengiringi proses kelahiranmu.  Perjuangan bunda saat itu harus dilalui sendirian di kamar operasi, tanpa kehadiran ayah disamping bunda yang mampu menguatkan  bunda.  Namun diluar sana, semua keluarga hadir untuk menunggumu sayang. Ayah yang selalu siaga selama bunda di rumah sakit, mbah kakung yang hampir setiap hari menunggui bunda, bude2, pakde2, juga om dan tante, hampir semua hadir untukmu,nak.  Dan hari itu juga, tangis kerasmu mengisi kekosongan hati bunda, sekaligus mengubah hidup bunda untuk selamanya.  Mata bunda  terpana oleh makhluk yang mereka tunjukkan ke bunda, tubuhmu mungil, teramat mungil untuk lahir ke dunia, nak.  Saat itu pula, kepedihan langsung terasa kala mereka, para dokter dan perawat itu, bergegas membawamu masuk ke ruang NICU.  Sesaat bunda tertegun, namun kini bunda sudah lega, bahwa kamu baik-baik saja, dan Alhamdulillah tidak kurang suatu apa.   Walaupun mungil, semangat hidupmu luar biasa, dan bunda percaya bahwa kamu ternyata lebih kuat dari yang bunda bayangkan.

                                                          Lahir dengan BB hanya 860 gr :(

                                                   Hayzel on her 1st Bday :)
 
Kini, tanpa terasa setahun telah lewat, kamu telah tumbuh menjadi gadis mungil yang cantik, pintar dan menggemaskan.  Seluruh doa dan kekuatan yang dikirimkan oleh keluarga dan teman-teman terkasih telah Allah tunjukkan.  Semua kesedihan selama 40 hari kala menantimu pulang, telah terhapus oleh saat-saat bahagia melihat tumbuh kembangmu yang luar biasa.  Semua itu sungguh tiada tandingannya.  Betapa bunda dan ayah teramat bersyukur atas apa yang telah dikaruniakan Allah kepada kami.  Kini, hanya doa dan pengharapan yang akan terus mengiringimu menjalani kehidupan ini, semoga berkah Allah selalu ada bersamamu…

Kami yang menyayangimu,
-Ayah dan Bunda-


Tidak ada komentar:

Posting Komentar